Last message received on 09/08 at 13:34

PPN Jasa Angkutan Air Dibebaskan, Biaya Turun 2%

4.0

Biaya jasa pengiriman logistik angkutan laut diperkirakan dan diharapkan akan turun. Hal ini disebabkan karena diterbitkannya Permenkeu No. 80 tahun 2012 sebagai pengganti PMK No. 527/2003 dan PMK No. 28 tahun 2006 yang meniadakan PPN atas jasa angkutan air.

Carmelita Hartoto, ketua Indonesian National Shipowners Association optimis akan ada penurunan sekitar 2% karena adanya Permenkeu baru ini. Bahkan menrutnya, penurunan biaya logistik angkutan laut akan dapat turun hingga 6% bila kedua Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang sedang dibahas jadi ditetapkan. Kedua RPP tersebut adalah mengenai PPN atas pembelian bunker dan PPN atas jasa bongkar muat cargo/kontainer.

jasa cargo lautDengan adanya penghapusan PPN ini diharapkan mampu mendorong meningkatkan daya saing perusahaan Indonesia di industri jasa pelayaran nasional. Carmelita juga menjelaskan bahwa setelah Permenkeu terbit dan PPN 10% dihilangkan, tarif akan bisa lebih kompetitif dan ujungnya akan baik bagi konsumen.

Permenkeu ini menurutnya lagi, sudah lama ditunggu oleh pelaku usaha pelayaran. Hal ini sudah diperjuangkan sejak 15 tahun lalu dan merekapun mengaku berterima kasih atas terbitnya peraturan meteri tersebut.

Menurut Indra Yoeli dari Komite Tetap Perpajakan INSA, biaya logistik Indonesia merupakan salah satu yang termahal di dunia yaitu di urutan 56 menurut data PBB. INSA juga tengah memperjuangkan penghapusan PPN atas jasa bongkar muat kontainer/kargo dan PPN atas pembelian bunker.

Indra Yoeli juga menegaskan bahwa PPN untuk kedua hal tersebut di atas di luar negeri adalah nol persen. Dengan dihapuskannya PPN itu, diharapkan biaya akan kembali turun 6% dari 17% menjadi 11%.

Saat ini, hanya 5% jasa cargo ekspor dilayani oleh industri pelayaran nasional, sisanya oleh kapal asing. Dengan turunnya PPN, diharapkan jumlah itu akan naik menjadi 20-30%.

Share

Leave a reply

You might also likeclose